Patterned Text Generator at TextSpace.net

Minggu, 20 Mei 2012

kaulah wanita sesungguhnya

Diposting oleh berrycokelat.blogspot.com di 04.48
siang ini entah kenapa tak seperti biasanya , tidurku pulas seperti lelah sehabis mengerjakan banyak hal . padahal tidak ada sesuatu pun yang aku kerjakan di hari itu . terbangun dari tidur , aku merasakan hal yang mengganggu diperutku nyaring kencang seperti genderang perang cacing cacing diperutku mengamuk karena kelaparan . antara bingung dan menahan perih , sementara uang di kantong celanaku hanya tinggal beberapa rupiah saja . aku bersama seorang temanku hanya melamun diam dan berfikir sambil mencoba mengumpulkan kepingan demi kepingan logam yang masih tersisa di sela tas dan kantung celana,bahkan ada yang di bawah meja tv dan karpet . hingga akhirnya terkumpul uang sepuluh ribu , dengan senang hati uang yang tadinya hanya dua ribu saja menjadi sepuluh ribu , tanpa pikir panjang kami langsung beranjak kerumah penjual sate keliling yang biasa beredar di sekitar kost . namun , karena ini jam 15.00 penjual sate itu belum edar sehingga kami yakin posisinya saat itu ada dirumahnya , kami mencoba mencari tempat kediaman si ibu penjual sate itu , setelah bertanya kepada beberapa penduduk sekitar akhirnya rumah si ibu pun kami temui :) horeee sebentar lagi rasa lapar ini terobati sudah .
di gubuk kecil diantara rumah mewah itu si ibu tinggal , dengan perasaan menggebu - gebu kami mengucapkan salam memasuki rumahnya . dari dalam sana terdengar begitu nyaring suara wanita separuh baya menyambut kedatangan kami , yaa ternyata benar dia ibu si penjual sate yang biasa kami temui di sekitaran kost . ia menyambut kami dengan hangat , bergegas ia langsung menyuguhi kami dengan secangkir teh hangat dan sedikit makanan kecil sebagai teman minum teh . merasa tak enak karena takut merepotinya , kami pun mencoba menawarkan diri untuk membantunya menusuk sate , dengan logatnya yang kental ia menolak tawaran kami , ia sama sekali tak merasa direpoti dengan kehadiran kami . diambilah beberapa tusuk sate dan dibakarkannya , sambil menunggu ia membakar sate kamipun sedikit berbincang - bincang sekedar menanyakan tentang kehidupannya . dengan senang hati dan terbuka ia bercerita panjang lebar hingga sate pun matang dan siap dinikmati . nyamm .. nyam .. nyam .. ibu si penjual sate itu memberikan kami beberapa tusuk sate melebihi dari yang kami beli . hmm , sungguh memuaskan dan memanjakan perut kali ini . niatnya sie cuma mau beli sate dengan uang logam kami yang terbatas , eh tapi malah dikasih lebih oleh si ibu penjual sate yang baik hati itu . sepertinya dewi fortuna sedang berpihak pada kami hari ini :)
di tempat yang satu petak menjadi tiga bagian itu si ibu tinggal , dapur dan kamar mandinya berada berdekatan dengan tumpukan kayu bakar yang biasa digunakannya untuk memasak atau sekedar menyuguhi suaminya yang baru saja pulang kerja . suaminya hanya sebagai buruh yang kerjaannya tak tentu , ia bekerja hanya jikan ada yang mau menyuruhnya . sedangkan anaknya duduk di kelas satu SMP , mereka hidup dengan sangat kekeluargaan .
di tempat yang sederhana namun begitu hangat itu mereka tinggal , meskipun begitu mereka tak pernah sekalipun mengeluh dengan hidupnya . menjalani hidup yang sama dengan yang lainnya " bisa menyambung makan dan cukup buat bayar kontrakan rumah yang ditinggalinya saja itu sudah lebih dari cukup , saya tidak pernah menuntut untuk apapun yang penting arif bisa sekolah , bisa makan ,itu udah cukup mbak " ujarnya dengan mata yang berkaca - kaca menatap mata kami .
sempat sejenak kami terdiam menatap langit atap rumahnya , hanya ada lampu bohlam 5 watt dan debu laba - laba yang bersarang di atapnya . mungkin ia tak sempat memperhatikan hal hal seperti itu , yang ada di pikirannya hanya mencari uang untuk bisa membahagiakan keluarganya . aku tak bisa membayangkan diantara mereka yang masih saja mengeluh dengan hidupnya , masih ada seorang wanita tegar yang begitu mensyukuri nikmatnya di tengah kesederhanaan yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya .
penjual sate itu memang langganan kami , kami selalu menunggunya setiap makan siang , pagi - pagi sekali ia menyiapkan bahan dagangannya , siang ia mulai menjajakan dagangannya mengelilingi penduduk sekitar . siang hari jika dagangannya mulai habis ia kembali pulang dan menyiapkan lagi dagangannya untuk segera dijual pada malam harinya . waktu terus berputar seperti itu seetiap harinya , baginya itu adalah ungkapan rasa syukur atas nikmat yang ia rasakan dari waktu ke waktu . ia tidak mematokkan harga tinggi pada sate dagangannya itu , buatnya laba bukan hal yang utama ,yang penting baginya tusuk demi tusuk sate terjual habis dan pulang membawa hasil , tidak memikirkan seberapa banyak hasilnya yang penting usahanya hari ini sudah maksimal . ia tidak pernah mengeluh atas suaminya yang jarang memberi nafkah , ia menyadari ketidak adaan pekerjaan untuk suaminya . hidup itu merupakan anugerah sekaligus kepercayaan yang diberikan tuhan kepada kita , karena itulah alasannya kita harus menjaga amanah tersebut . ia percaya , tuhan tidak akan memberikan cobaan yang diluar batas kemampuan seorang manusia . kegigihan hidupnya banyak memberikan aku pelajaran , bahwa diluar sana di jaman yang semuanya serba di ukur dengan uang dan kekuasaan , masih ada wanita sepertinya yang mampu berdiri tegar di atas karang tajam nan berbatu . engkaulah wanita itu , wanita sesungguhnya yang mengabdikan dirinya untuk kebahagiaan orang lain . teruslah kokoh sanubarimu agar kau tetap mampu bertahan di tengah terjangan ini .

0 komentar on "kaulah wanita sesungguhnya"

Posting Komentar

Minggu, 20 Mei 2012

kaulah wanita sesungguhnya


siang ini entah kenapa tak seperti biasanya , tidurku pulas seperti lelah sehabis mengerjakan banyak hal . padahal tidak ada sesuatu pun yang aku kerjakan di hari itu . terbangun dari tidur , aku merasakan hal yang mengganggu diperutku nyaring kencang seperti genderang perang cacing cacing diperutku mengamuk karena kelaparan . antara bingung dan menahan perih , sementara uang di kantong celanaku hanya tinggal beberapa rupiah saja . aku bersama seorang temanku hanya melamun diam dan berfikir sambil mencoba mengumpulkan kepingan demi kepingan logam yang masih tersisa di sela tas dan kantung celana,bahkan ada yang di bawah meja tv dan karpet . hingga akhirnya terkumpul uang sepuluh ribu , dengan senang hati uang yang tadinya hanya dua ribu saja menjadi sepuluh ribu , tanpa pikir panjang kami langsung beranjak kerumah penjual sate keliling yang biasa beredar di sekitar kost . namun , karena ini jam 15.00 penjual sate itu belum edar sehingga kami yakin posisinya saat itu ada dirumahnya , kami mencoba mencari tempat kediaman si ibu penjual sate itu , setelah bertanya kepada beberapa penduduk sekitar akhirnya rumah si ibu pun kami temui :) horeee sebentar lagi rasa lapar ini terobati sudah .
di gubuk kecil diantara rumah mewah itu si ibu tinggal , dengan perasaan menggebu - gebu kami mengucapkan salam memasuki rumahnya . dari dalam sana terdengar begitu nyaring suara wanita separuh baya menyambut kedatangan kami , yaa ternyata benar dia ibu si penjual sate yang biasa kami temui di sekitaran kost . ia menyambut kami dengan hangat , bergegas ia langsung menyuguhi kami dengan secangkir teh hangat dan sedikit makanan kecil sebagai teman minum teh . merasa tak enak karena takut merepotinya , kami pun mencoba menawarkan diri untuk membantunya menusuk sate , dengan logatnya yang kental ia menolak tawaran kami , ia sama sekali tak merasa direpoti dengan kehadiran kami . diambilah beberapa tusuk sate dan dibakarkannya , sambil menunggu ia membakar sate kamipun sedikit berbincang - bincang sekedar menanyakan tentang kehidupannya . dengan senang hati dan terbuka ia bercerita panjang lebar hingga sate pun matang dan siap dinikmati . nyamm .. nyam .. nyam .. ibu si penjual sate itu memberikan kami beberapa tusuk sate melebihi dari yang kami beli . hmm , sungguh memuaskan dan memanjakan perut kali ini . niatnya sie cuma mau beli sate dengan uang logam kami yang terbatas , eh tapi malah dikasih lebih oleh si ibu penjual sate yang baik hati itu . sepertinya dewi fortuna sedang berpihak pada kami hari ini :)
di tempat yang satu petak menjadi tiga bagian itu si ibu tinggal , dapur dan kamar mandinya berada berdekatan dengan tumpukan kayu bakar yang biasa digunakannya untuk memasak atau sekedar menyuguhi suaminya yang baru saja pulang kerja . suaminya hanya sebagai buruh yang kerjaannya tak tentu , ia bekerja hanya jikan ada yang mau menyuruhnya . sedangkan anaknya duduk di kelas satu SMP , mereka hidup dengan sangat kekeluargaan .
di tempat yang sederhana namun begitu hangat itu mereka tinggal , meskipun begitu mereka tak pernah sekalipun mengeluh dengan hidupnya . menjalani hidup yang sama dengan yang lainnya " bisa menyambung makan dan cukup buat bayar kontrakan rumah yang ditinggalinya saja itu sudah lebih dari cukup , saya tidak pernah menuntut untuk apapun yang penting arif bisa sekolah , bisa makan ,itu udah cukup mbak " ujarnya dengan mata yang berkaca - kaca menatap mata kami .
sempat sejenak kami terdiam menatap langit atap rumahnya , hanya ada lampu bohlam 5 watt dan debu laba - laba yang bersarang di atapnya . mungkin ia tak sempat memperhatikan hal hal seperti itu , yang ada di pikirannya hanya mencari uang untuk bisa membahagiakan keluarganya . aku tak bisa membayangkan diantara mereka yang masih saja mengeluh dengan hidupnya , masih ada seorang wanita tegar yang begitu mensyukuri nikmatnya di tengah kesederhanaan yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya .
penjual sate itu memang langganan kami , kami selalu menunggunya setiap makan siang , pagi - pagi sekali ia menyiapkan bahan dagangannya , siang ia mulai menjajakan dagangannya mengelilingi penduduk sekitar . siang hari jika dagangannya mulai habis ia kembali pulang dan menyiapkan lagi dagangannya untuk segera dijual pada malam harinya . waktu terus berputar seperti itu seetiap harinya , baginya itu adalah ungkapan rasa syukur atas nikmat yang ia rasakan dari waktu ke waktu . ia tidak mematokkan harga tinggi pada sate dagangannya itu , buatnya laba bukan hal yang utama ,yang penting baginya tusuk demi tusuk sate terjual habis dan pulang membawa hasil , tidak memikirkan seberapa banyak hasilnya yang penting usahanya hari ini sudah maksimal . ia tidak pernah mengeluh atas suaminya yang jarang memberi nafkah , ia menyadari ketidak adaan pekerjaan untuk suaminya . hidup itu merupakan anugerah sekaligus kepercayaan yang diberikan tuhan kepada kita , karena itulah alasannya kita harus menjaga amanah tersebut . ia percaya , tuhan tidak akan memberikan cobaan yang diluar batas kemampuan seorang manusia . kegigihan hidupnya banyak memberikan aku pelajaran , bahwa diluar sana di jaman yang semuanya serba di ukur dengan uang dan kekuasaan , masih ada wanita sepertinya yang mampu berdiri tegar di atas karang tajam nan berbatu . engkaulah wanita itu , wanita sesungguhnya yang mengabdikan dirinya untuk kebahagiaan orang lain . teruslah kokoh sanubarimu agar kau tetap mampu bertahan di tengah terjangan ini .

0 komentar:

Posting Komentar

do you like my blog?

 

coklat strawberry Copyright 2009 Sweet Cupcake Designed by Ipiet Templates Sponsored by Blogger Template Gallery